Read LEKRA dan Geger 1965 by Tim Buku TEMPO Online

lekra-dan-geger-1965

Pada 17 Agustus 1950, di Jakarta, sejumlah seniman dan politikus membentuk Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). Melalui konsep seni untuk rakyat, Lekra mengajak para pekerja kebudayaan mengabdikan diri untuk revolusi Indonesia.Hubungannya yang erat dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) menyeret lembaga ini ke tengah pusaran konflik politik. Ketika PKI digdaya, yang bukan LekPada 17 Agustus 1950, di Jakarta, sejumlah seniman dan politikus membentuk Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). Melalui konsep seni untuk rakyat, Lekra mengajak para pekerja kebudayaan mengabdikan diri untuk revolusi Indonesia.Hubungannya yang erat dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) menyeret lembaga ini ke tengah pusaran konflik politik. Ketika PKI digdaya, yang bukan Lekra diganyang. Sebaliknya, ketika zaman berubah, khususnya pasca Geger 1965, yang Lekra dihabisi. Inilah sepenggal sejarah gagasan Indonesia, ketika seni amat digelorakan sekaligus dikerangkeng....

Title : LEKRA dan Geger 1965
Author :
Rating :
ISBN : 9789799106735
Format Type : Paperback
Number of Pages : 150 Pages
Status : Available For Download
Last checked : 21 Minutes ago!

LEKRA dan Geger 1965 Reviews

  • Marina
    2019-06-14 00:22

    ** Books 93 - 2017 **Buku ini untuk menyelesaikan Tsundoku Books Challenge 2017 3,3 dari 5 bintang! Tadinya saya menganggap 'Lekra' adalah organisasi momok yang mengerikan karena lekat akan nuansa PKI dan 1965. Saya sadar akan betapa kuatnya pengaruh cuci otak di jaman orde baru dan setelah membaca buku ini ternyata organisasi ini tidak seburuk yang saya sangkaMemang organisasi ini didirikan oleh DN Aidit dan Nyoto salah satu pentolannya PKI. Akan tetapi organisasi ini tidak pernah secara resmi menyatakan berdiri dibawah oleh PKI. Saat itu hanya Lekra yang menjadi satu-satunya wadah tempat seniman berkarya dengan aliran sosialis realisnya. Saya baru tahu kalau jaman itu dibentuk lawannya Lekra yaitu Manikebu (Manifesto Kebudayaan) yang lebih mengarah kepada humanisme universal dan Salah satu tokohnya H.B jasssin dan juga Goenawan Mohammad .

  • Cynthia
    2019-06-12 23:15

    bacaan bagus buat tau sejarah LEKRA dan kenapa disangka unitnya PKI..jaditau beda LEKRA sama manifes kebudayaan dan nyadar kalo pada suatu waktu kebudayaan pernah sangat dibanggakan dan digarap serius.

  • Kezia Ratna
    2019-06-12 00:07

    Bukunya informatif dan bagus, akan tetapi agak susah bagi saya mengingat beberapa nama karena kurang jelas segemnnya dibagi atas dasar apa dan tidak disusun secara kronologis. Buku ini juga kurang mendetail mengenai segmen perfilman lekra.

  • Nura
    2019-05-30 22:27

    Read harder challenge 2016 #14: Read a book about politic in your country and another (fiction or nonfiction)Tantangan baca GRI bulan September: Buku dari perpustakaanBuku tipis ini gw selesaikan dalam waktu hampir sebulan. Berulang kali pinjem gonta-ganti dari hp ke pc, dari pc ke hp. Saking leletnya baca. Maaf kalo ada yang antri baca. :pGw yang besar di zaman Orba, tahunya Lekra itu underbouw PKI. Dan agak enggan sebenarnya untuk mencari tahu karena begitu kuatnya indoktrinasi bahwa PKI=Jahat berkat penayangan film tentang peristiwa 30 September 1965. Lekra yang terbentuk pada 17 Agustus 1950 ini, meskipun turut didirikan oleh beberapa tokoh besar PKI, seperti Nyoto dan Aidit, sebenarnya tidak pernah menyatakan diri sebagai underbouw PKI. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa keduanya memilihi hubungan simbiosis mutualisme. PKI tidak mungkin bisa menang Pemilu tanpa Lekra, dan Lekra sendiri tidak bisa besar tanpa PKI. Hal itu dibuktikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir menjelang 1965, mereka kerap diajak kerja sama untuk melakukan propaganda dengan PKI. Walaupun demikian perlu diketahui bahwa dalam mukadimah Lekra, sama sekali tidak ada kata-kata tentang sosialis, realisme sosialis, dan sebagainya. Namun terlepas dari itu, Lekra juga menjadikan politik sebagai panglima.Karena konsep seni pro-rakyat, dengan prinsip turba (turun ke bawah) yang harus dilakukan para anggotanya dalam menciptakan sebuah karya seni, Lekra menjadi begitu dekat dengan rakyat. Perkembangan kebudayaan yang gegap gempita di masa itu, membuat banyak para seniman yang bersimpati dan menjadi bagian dari Lekra. Namun tak sedikit pula yang justru antipati, yang kemudian membentuk faksi Manikebu atau Manikebo--olok-olokan Lekra terhadap oposisinya itu. Kedekatan dengan Soekarno semakin memperbesar pengaruh Lekra, dan mungkin menjadi penyebab utama mengapa kiprah Lekra nyaris tidak terdengar sama sekali pada masa Orba. #Courtesy of iJakarta

  • Boyke Rahardian
    2019-06-05 20:04

    Saat ini kesulitan dalam menulis sejarah yang berhubungan dengan Partai Komunis Indonesia dan onderbouw-nya adalah bagaimana menjadi kritis tanpa terkesan menjadi 'revisionis'. Nyatanya semua tulisan baru yang menghakimi PKI sebagai dalang gerakan G30S cenderung dianggap mengamini mitos yang dibangun oleh Orde Baru --- sesuatu yang tidak populer saat ini. Jadinya ada semacam keseragaman tema dalam buku-buku baru yang membahas sejarah PKI: bahwa mereka adalah korban tak bersalah dalam pertarungan politik antara Soekarno / militer / CIA / alien dll. Tokoh-tokoh yang dahulu pernah dekat dengan PKI ramai-ramai membantah keterlibatan langsung dengan PKI atau mengetahui rencana G30S.Untuk adilnya, pemberantasan PKI oleh rezim Orde Baru memang dilakukan dengan represif, brutal, berlebihan dan tanpa pandang bulu. Bisa dibilang ini adalah kejahatan kemanusiaan terbesar dalam sejarah modern Indonesia. Tantangannya jadinya adalah bagaimana membuat analisis yang berimbang tentang sejarah PKI. Seri buku Tempo termasuk yang lumayan berhasil dalam hal ini. Dalam buku ini kengerian rezim Orde Baru banyak ditampilkan dengan nyata lewat kesaksian orang-orang yang menjadi korban operasi militer pemberantasan PKI. Di lain pihak kegiatan agitasi dan propaganda PKI masa itu diceritakan pula dengan gamblang. Seperti bisa ditebak beberapa tokoh yang menjadi sumber tulisan di buku ini membantah bahwa Lekra terkait langsung dengan PKI. Benar bahwa tidak ada dokumentasi yang menguatkan tuduhan ini. Tetapi fakta-fakta tentang kedekatan prinsip dan keselarasan tindakan Lekra dengan agenda PKI tidak bisa dipungkiri di sini. Tetap perlu dicatat bahwa tidak terlihat hubungan langsung antara Lekra dengan G30S, tuduhan pihak militer yang membawa sebagian besar anggotanya mati diburu atau meringkuk di belakang jeruji tanpa melalui proses pengadilan yang layak sebelumnya.

  • Muhammad Irfan
    2019-06-10 23:17

    Lekra atau Lembaga Kebudayaan Rakyat adalah organisasi kebudayaan yang dibentuk oleh D.N Aidit dan Njoto, Ketua I dan II Comite Central Partai Komunis Indonesia. Awal dibentuknya merupakan suatu rencana besar yang dimana Bung Karno pun ikut berintervensi guna mendukung gerakan revolusioner untuk memusnahkan secara utuh kolonialisme. Seniman Lekra lebih merupakan perkerja budaya ketimbang sekedar seniman. Mereka turba (turun kebawah), membaur dengan masyarakat dan mengaspirasikan suara rakyat lewat seni.Lekra adalah suatu Lembaga Kebudayaan yang kompleks menurut saya, Pada zaman Orde Lama para seniman Lekra menolak Manifestasi Kebudayaan dan ikut mendukung dilarangnya Manifestasi tersebut karena dianggap Kontrarevolusi. Namun sebaliknya saat zaman berubah mereka menjadi buron, ditangkap, disiksa, dibunuh, karena mereka dianggap dekat dengan Komunis. Lekra disini diceritakan dalam konsep yang abu-abu. Suatu saat mereka salah, suatu saat mereka benar. Ulasan lebih lanjut mungkin menyusul.

  • Vecco Saputro
    2019-06-07 16:18

    Buku ini merupakan kumpulan liputan yang ditulis oleh satu tim dari TEMPO. Dalam pendahuluannya Seno Joko Suyono sebagai Redaktur Pelaksana Majalah TEMPO memberikan pendapat bahwa buku ini dibuat bukan bermaksud untuk mengorek luka lama, tapi sebagai bagian lain dari sejarah kelam 1965.Buku ini menceritakan data-data tentang Lekra yang jarang saya temui di buku sejarah di sekolah. Data mengenai bagaimana Lekra terbentuk, "Turba" yang dipegang oleh seniman-seniman Lekra, dan pendapat mengenai pemisahan antara Lekra dengan PKI dibahas dalam buku ini.Ah ya, buku ini menceritakan pergesekan yang terjadi Lekra dengan Manifes Kebudayaan. Sayangnya, bagian mengenai itu tidak diceritakan dengan lengkap dan hanya selintas saja.Pada akhir buku ini, terdapat satu bagian yang menceritakan gerakan-gerakan pada tahun 1990-an yang menyerupai Lekra. Walau serupa, mereka tidak mau dibilang sebagai ahli waris tapi terilhami.

  • chy
    2019-05-17 18:18

    Lekra menganggap seni harus bersifat realisme-revolusioner yang menuntut kepedulian para seniman terhadap kondisi sosial. Selanjutnya hal ini membuat para seniman yang bertentangan dengan Lekra mencetuskan Manifes Kebudayaan yang tidak menyetujui aturan Lekra.

  • jessie monika
    2019-05-19 21:10

    Zaman sekarang, partai mana yg bisa 'melahirkan' lembaga yang menggelorakan seni dan sastra seperti Lekra ini?

  • Indah Threez Lestari
    2019-06-15 00:01

    208 - 2014