Read Hansel and Gretel by Jacob Grimm Wilhelm Grimm Anthea Bell Online

hansel-and-gretel

"Once upon a time there was a poor woodcutter who lived near a great forest with his wife and his two children. The little boy was called Hansel, and the little girl's name was Gretel. So begins this classic Grimm tale of two innocent children, abandoned in the forest by their cruel mother, who happen upon the enchanting gingerbread house of a wicked witch. Hansel's cunnin"Once upon a time there was a poor woodcutter who lived near a great forest with his wife and his two children. The little boy was called Hansel, and the little girl's name was Gretel. So begins this classic Grimm tale of two innocent children, abandoned in the forest by their cruel mother, who happen upon the enchanting gingerbread house of a wicked witch. Hansel's cunning and little Gretel's courage foil the witch's evil plan to fatten them up and eat them, and in the best fairy tale tradition, they and their loving father live happily ever after. Dorothee Duntze's elegant, stylized illustrations provide an intriguing new interpretation of this childhood favorite, a satisfying story of evil punished and goodness rewarded....

Title : Hansel and Gretel
Author :
Rating :
ISBN : 9780735814226
Format Type : Hardcover
Number of Pages : 32 Pages
Status : Available For Download
Last checked : 21 Minutes ago!

Hansel and Gretel Reviews

  • Leo .
    2019-02-10 10:55

    Hansel and Gretel, who are they?Brother and sister lost in the woods, astrayAbandoned by their parents, so cruel, so awfulLeft to fend for themselves, wrong, unlawfulFind a house made of sweets, and cake, a lure?A sinister woman, a witch, a predator, for sureFatten them up, tease them, and be unkindKept in a cage, mk- ultra springs to mindFatten them up, all juicy, and succulent, and freshThe witch, this cannibal, craving pure clean, untouched fleshLike the child catcher, (Sir Jimmy Saville), chitty chitty bang! bang! Protected, by lawHigh ranking officials, clients, a cabal, a trollPreying on children, everywhere, aboundLike the wolf in Little Red Riding Hood, a monster, a houndHansel and Gretel, too clever for them, too smart, too awareOutwitting, setting traps, turning tables, giving the witch a scareA taste of her own medicine, the oven for her, Ha! Ha!To perish, meet her demise, burn, gone, goodbye, Ta! Ta!👍🐯👍🐯

  • Ahmad Sharabiani
    2019-02-13 09:48

    Hansel und Gretel = Hansel and Gretel, Jacob Ludwig Karl Grimm, Wilhelm Karl Grimm"Hansel and Gretel" (also known as Hansel and Grettel, Hansel and Grethel, or Little Brother and Little Sister) (German: Hänsel und Gretel) is a well-known fairy tale of German origin, recorded by the Brothers Grimm and published in 1812. Hansel and Gretel are a young brother and sister kidnapped by a cannibalistic witch living deep in the forest in a house constructed of cake and confectionery. The two children escape with their lives by outwitting her. The tale has been adapted to various media, most notably the opera Hänsel und Gretel (1893) by Engelbert Humperdinck.تاریخ نخستین خوانش: سی و یکم ماه می سال 2000 میلادیعنوان: هانسل و گرتل ؛ نویسنده: برادران گریم (یاکوب و ویلهلم)؛ تصویرسازی : پیتر استیونس؛ مترجم: لیلا نظری؛ تهران، آهنگ سخن؛ 1382؛ در 17 ص، شابک: 9649412190؛ مصور؛ موضوع: افسانه های پریان برای کودکان گروه سنی ب از نویسندگان آلمانی - قرن 19 ممترجم: سبا بابائی؛ تصویرگر: مهری فروزان؛ تهران، خانه آفتاب، 1374، شابک: 9645963389؛ در 16 ص؛ چاپ چهارم 1375؛ پنجم 1376؛ چاپ ششم 1379؛مترجم: زهرا حصارپرور؛ بازنویسی: جواد داعی؛ مشهد، جام آپادانا، 1381، شابک: 9649313389؛ در 12 ص؛ چاپ دیگر: مشهد، اعتماد؛ 1384؛مترجم: علیرضا بهمنی؛ تهران، تانیش، 1383، شابک: 9648545251؛ در 12 ص؛ مترجم: نیلوفر الفت شایان؛ تهران، اورامان، 1383، شابک: ایکس - 964818111؛ در 12 ص؛ مترجم: سیما فلاح؛ تهران، افق دور، 1392، شابک: 9786006903804؛ در 24 ص؛ مترجم: آرزو رمضانی؛ تهران، سروش گستر، 1392، شابک: 9786006369617؛ در 12 ص؛ مترجم: سهیلا رمضانی؛ تهران، انتشارات شیرمحمدی، 1394، شابک: 9789647678988؛ در 16 ص؛ مترجم: علی محمدپور؛ تهران، ترجمان دانش، 1394، شابک: 9786007161166؛ در 12 ص؛ این داستان در «م‍ج‍م‍وع‍ه‌ ک‍ام‍ل‌ ق‍ص‍ه‌ ه‍ا و اف‍س‍ان‍ه‌ ه‍ای‌ ب‍رادران‌ گ‍ری‍م‌» با ترجمه: هرمز ریاحی؛ نسرین طباطبائی، بهزاد برکت، تهران، انتشارات پیکان؛ در دو جلد؛ سال 1382 ؛ نیز آرمیده است؛ این فراموشکار داستان هانسل و گرتل را نیز در همین مجموعه خوانده ام. ا. شربیانی

  • AhmedEjaz
    2019-02-15 10:55

    Be comforted, dear little sister, and sleep in peace, God will not forsake us.I read this short story long ago but didn't know what's its name. Great short story. Really loved it. ^_^

  • Carlos De Eguiluz
    2019-02-02 12:50

    Mi favorito de los hermanos Grimm hasta el momento.

  • Lör K.
    2019-01-23 09:40

    Who doesn't know the story of young Hansel and Gretel, abandoned in the woods, and stumbling across a witch? A piece of media that has been retold in so many ways, the original story has been twisted beyond recognition. However, the original tale itself, twisted and shocking, is definitely not forchildren. I was someone who grew up on the faerie tales of the Brothers Grimm, in their child friendly forms, so when I got a chance to read the original of Hansel and Gretel, I immediately jumped at the chance. This was amazing. The Brothers Grimm did an absolutely stunning job with this. It was well written, alarming and shocking. Really, isn't that what every horror themed short story should be?This original of Hansel and Gretel will never be forgotten in my head or my heart. Definitely check it out.

  • Gretchen W
    2019-01-25 07:47

    A favorite fairy tale

  • Florencia Bianco
    2019-02-15 10:45

    This classic short story has exerted a tremendous influence on me. First of all, it is one of the first books I received from my mother when I was a child. Talking about this book is like evoking memories of the precious moments spared with the person I deeply miss: my loving mother. Regarding the plot, I have found it so touching that whenever I remember it, a sense of sorrow wells up inside me- the same feeling I experienced when I first read it. The world explored in this story is that of children being abandoned and deprived of their rights of being loved and protected by their parents. Besides, there is a direct reference to some burning issues such as poverty and starvation, which also affect today’s world deeply. Reading about this has made me reflect upon how fortunate I was during my childhood. Having a close family has been undoubtedly a great blessing.

  • Michelle
    2019-02-12 06:52

    Another version with the duck :-/

  • Fred
    2019-02-16 07:01

    This was good! We all know the story of Hansel and Gretel - it was exactly the same! :)

  • melmarian
    2019-01-23 10:52

    Ternyata memang ada beberapa cerita yang melekat pada diri kita dari masa kecil dan ketika kita membacanya lagi saat sudah dewasa, perasaan yang ditimbulkan oleh cerita-cerita itu sama seperti perasaan pada waktu kita membacanya sebagai seorang anak kecil.Jacob dan Wilhelm Grimm atau yang lebih dikenal dengan sebutan The Brothers Grimm (Grimm bersaudara) tidak mengakui diri mereka sebagai pendongeng bagi anak-anak, namun sebagai pahlawan folklor yang berjasa mengabadikan dongeng-dongeng rakyat Jerman yang disampaikan dari generasi ke generasi secara lisan dalam bentuk tertulis. Tak dapat dipungkiri jika Grimm bersaudara tidak mengumpulkan dan menerbitkan dongeng-dongeng pada masanya dan jika Kinder-und Hausmärchen atau Children's and Household Tales (kumpulan dongeng pertama yang mereka publikasikan pada tahun 1812) tidak pernah terbit, maka mungkin sampai pada era ini kita tidak akan pernah mendengar cerita tentang Snow White, Musisi dari Bremen, Tom Ibu Jari, Hansel dan Gretel, Pangeran Katak, ataupun Rapunzel.Dan jika sampai saat ini kita sudah membaca, mendengar, atau menonton berbagai versi dari dongeng-dongeng Grimm, maka melalui buku ini kita dapat mengetahui bagaimana cerita dalam versi aslinya.Buku "Hansel dan Gretel dan Dongeng-dongeng Lainnya" besutan Penerbit Atria berisi 19 dongeng, antara lain:1. Musisi dari Bremen2. Teka-teki3. Tom Ibu Jari4. Briar Rose5. Dua Belas Putri yang Menari6. Pengantin Perampok7. Ratu Lebah8. Raja Janggut-Mengerikan9. Peri Pembuat Sepatu10. Aschenputtel11. Hansel dan Gretel12. Serigala dan Tujuh Kambing Kecil13. Pangeran Katak14. Frau Holle15. Rumpelstiltskin16. Tiga Pemintal17. Gadis Angsa18. Rapunzel19. Snow-whiteBuku ini seakan menjadi jawaban bagi penikmat buku yang ingin memiliki kumpulan dongeng dengan harga yang terjangkau. Karena sejauh pengamatan saya, buku kumpulan dongeng biasanya terbuat dari kertas tebal yang berat dan full color, sehingga harganya pun menjadi selangit. Tampilan fisik Hansel dan Gretel versi Atria menurut saya cukup cocok bagi pembaca anak-anak, dengan ilustrasi-ilustrasi hitam putih cantik yang dikemas secara modern di dalamnya akan semakin memanjakan mereka ketika menikmati buku ini. Sedangkan bagi pembaca remaja dan dewasa, buku ini dapat menjadi koleksi yang berharga, karena setiap dongeng dalam buku ini adalah cerita versi asli dari Grimm bersaudara yang telah diterjemahkan dengan baik ke dalam bahasa Indonesia.Namun ada beberapa kekurangan dan hal yang mengganjal bagi saya tentang buku ini, antara lain:1. Tidak adanya daftar isi. Rasanya sudah sepatutnya, sebuah buku kumpulan cerita (kumcer) menyertakan daftar isi di bagian awal buku. Absennya daftar isi ini cukup menyusahkan pembaca jika ingin langsung skip membaca cerita/dongeng tertentu di dalam buku.2. Castle, di dalam buku ini diterjemahkan menjadi kastel. Sungguh kata yang aneh, meskipun kata ini memang ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Mengapa tidak menggunakan kata kastil saja, atau lebih baik lagi, istana.3. Pada hal. 126 dalam cerita Frau Holle, ada kalimat yang berbunyi, "Hatta, Frau Holle memegang tangannya dan menuntunnya ke sebuah gerbang". Nah lho, apa lagi artinya ini? Saya tidak mengerti kata "Hatta" itu artinya apa atau menunjuk ke apa.Namun demikian, kerja keras Penerbit Atria untuk menghidupkan kembali dongeng-dongeng Grimm versi asli untuk dinikmati dalam bahasa Indonesia patut diapresiasi, karena itu saya memberikan 4 bintang untuk buku ini.Dongeng-dongeng Grimm lainnya bisa dinikmati lewat berbagai situs di dunia maya, ini salah satunya yang menarik: http://www.nationalgeographic.com/grimm/@melmarianhttp://surgabukuku.wordpress.com

  • Camila✧°•
    2019-02-22 07:01

    Tendría que haber otro castigo para esa madrastra que los abandonó en el bosque a su suerte, (se lo tomaba en serio jaja), porque fuera de la casa, Hansel y Gretel(dos personajes muy adorables como todo lo que escriben los Grimm)... con ellos se me ocurren miles de aventuras, la casa hecha de dulces no me parece fea considerando la escasa comida que tenia la familia en ese momento, me gustó como jugaba con eso, la bruja también hizo de las suyas, y creia que iba a terminar macabro esto (Cenicienta). No entiendo porque no siguió por el lado fantasioso. (Me siento una nena pidiendo cosas más infantiles)Igual cada uno con cada versión que le quepa.

  • Annchan Maulana
    2019-02-05 09:40

    Hansel and Gretel tells the familiar story of two children who are abandoned by their heartless stepmother and gutless father, taken in by a child-eating witch, and ultimately escape to return home to a happy reunion with their widowed father....

  • Brennan
    2019-02-01 06:56

    moral: don't trust old people

  • Shaghayegh.l3
    2019-02-04 14:42

    آخ بچگى كجايى ..

  • Britni
    2019-02-19 10:01

    3/5. This is definitely a darker, creepier fairy tale, and I really enjoyed it!

  • William O
    2019-02-13 08:54

    I think this is a must for children as it has been passed down from generation to generation. It is a classic fairytale that captures the children's imagination through fantasy, wonderment and adventure. The main characters in the story are of course brother and sister Hansel and Grethal. From starting off living with their innocent, vulnerable stepfather and the "wicked stepmother" the story develops as the children embark on a journey filled with suspense and fantasy. Talking duck's, the house made of sweets etc. are all ways of captivating the children's imagination. The fantasy in this story is an element of what a fairytale should posses. Also the classic tale of "good vs evil" is something that seems to draw all ages into a book. The children's characters too develop as the story unfolds as they use great initiative and awareness to get out of their tricky situation!! The happily ever after element makes this a good read for all children but may be more suited to those under the age of ten.

  • Javier Galíndez
    2019-01-24 09:43

    "-Se me ocurre una cosa -respondió ella-. Mañana, de madrugada, nos llevaremos a los niños a lo más espeso del bosque. Les encenderemos un fuego, les daremos un pedacito de pan y luego los dejaremos solos para ir a nuestro trabajo. Como no sabrán encontrar el camino de vuelta, nos libraremos de ellos."Dios, no soporto las conductas de los padres en los cuentos. Son tan imbéciles y manipulables. Quiero creer que con eso los hermanos Grimm hacían referencia a que por amor solemos hacer lo que sea. Hänsel es tan lindo defendiendo a Gretel de todo, aunque no se quedó atrás la pequeña cuando (view spoiler)[encerró a la bruja en el horno. (hide spoiler)]Y otra madrastra a la que odiar.

  • Edma
    2019-02-10 15:04

    It is a universal story for children, of all ages or eras. I recommend it to kids, because reading books now days is becoming a dying fenomen and less and less people read them. Now that everything has been wrapped by technology, even books can be read on tablets, or phones, or other gadgets. Kids are the ones who should be encouraged to read the most because they are our future and these books make their world a colorful, beautiful place to enjoy and have fun, but also learn

  • Melissa
    2019-01-28 14:55

    So this is the same story I have heard before. Children who are abandoned by their parents in the woods find a witches house made out of sweets and start to eat, the witch eats people and tries to eat Hansel and Gretel kills her and they go back to their father with riches and live happily ever after.Perhaps I didn' t enjoy this story as much as others by the Grimm brothers as there was nothing new to it.

  • Keely
    2019-02-07 07:44

    I've read all of the Grimm Brothers tales before and I momentarily forgot how dark this one is. A cannibal witch, parents who left their children in the woods to be devoured by wild animals (TWICE). But Hansel and Gretel's bravery still shines.

  • Majo
    2019-01-24 11:59

    Ah! La paternidad según los hermanos Grimm... XDTenía entendido que los habian abandonado en el bosque una sola vez, pero ¡fueron dos veces! Lo que más me gusta del cuento, sin embargo, es la casa de dulce :3

  • Zuri.
    2019-02-17 09:47

    ¿No existen buenos padres en los cuentos infantiles?

  • Sandra
    2019-01-23 07:59

    Es increible lo que puedes sacar de enseñanzas, cuando lo analizas por eso es bueno releer los libros de cuando eramos pequeños

  • Dyah
    2019-02-18 13:59

    The translation edition is pretty neat and free from typo. I don't like the illustrations though...===================SOLD - November 2016===================

  • Melika Khoshnezhad
    2019-02-17 08:48

    یکی از معدود داستان‌های برادران گریم که با نسخه‌ای که ازش شنیدیم و در کارتون‌ها و فیلم‌ها دیدیم تفاوتی نداشت و تقریبا همون بود.

  • bakanekonomama
    2019-01-28 11:10

    Tahukah Anda kalau salah satu saudara tiri Cinderella, atau yang berdasarkan kisah aslinya bernama Ashcenputtel, sengaja memotong ibu jarinya supaya bisa muat ke dalam sepatu emas (bukan sepatu kaca) milik Ashcenputtel karena ia ingin bersanding dengan pangeran? Tahukah Anda kalau pangeran yang memanjat dinding Rapunzel untuk menyelamatkan gadis cantik itu awalnya tidak berhasil, lalu jatuh dan menjadi buta?Tahukah Anda kalau sebenarnya Putri Salju (yang di dalam cerita disebut dengan Snow White, padahal saya pikir nama Putri Salju sudah familiar di Indonesia) bukan dibangunkan oleh ciuman pangeran, tapi karena apel beracun yang dimakannya keluar dari tenggorokannya ketika peti matinya tiba-tiba terjatuh ketika mau dinaikkan ke atas kuda pangeran? Dan saya pikir pangeran itu pasti sudah gila karena jatuh cinta pada putri yang sudah mati, bahkan berniat membawa petinya ke kerajaannya untuk dikagumi setiap harinya. Lalu, tahukah Anda kalau ibu tiri Putri Salju dipaksa untuk mengenakan sepatu yang terbuat dari besi panas dan harus menari sampai mati?Pasti banyak di antara kita yang tidak tahu, seperti juga saya sebelum membaca kisah asli dari dongeng-dongeng yang dikumpulkan oleh Grimm Bersaudara ini. Ada 19 buah dongeng di dalam buku ini, jumlah yang masih sangat kecil dibandingkan dongeng asli yang dikumpulkan oleh Grimm Bersaudara, yang jumlahnya mencapai 200-an. Namun dongeng-dongeng ini cukup untuk memberikan kita gambaran betapa selama ini kita telah tertipu oleh gambaran "Hidup bahagia untuk selamanya" yang dipopulerkan oleh kisah-kisah dongeng dari Disney, dan tidak tahu kisah sebenarnya di balik dongeng-dongeng ini.Misalnya saja kisah Putri Duyung yang sebenarnya tragis dan sama sekali tidak berakhir bahagia. Atau kisah Putri Tidur yang juga sama mengerikannya. Ya, dongeng-dongeng jaman dulu memang tidak selalu berakhir bahagia, bahkan justru lebih banyak kemalangan dan tragedi di dalamnya. Tidak hanya di Eropa sana, tapi juga di Indonesia. Tentu kita sudah mengenal bagaimana kisah Tangkuban Perahu, Malin Kundang, atau Danau Toba yang sama sekali tidak berakhir dengan "hidup bahagia untuk selamanya". Namun saya pikir, dari dongeng-dongeng itu kita justru belajar mengenai kepedihan hidup, pengorbanan, dan juga perjuangan. Yah, daripada kita harus mengalaminya sendiri, tentu saja lebih enak kalau membaca saja, kan?Beberapa saat yang lalu saya pernah membaca mengenai para orang tua di Amrik sana, yang tidak setuju jika buku jenis tertentu (yang di dalamnya ada tragedi dan kematian, tapi saya lupa judul bukunya apa... T_T) dibacakan di ruang kelas. Yah, memang sih saya setuju ada beberapa buku yang seharusnya dibaca oleh anak sesuai dengan usianya. Tapi kalau soal dongeng, kisah sejarah, ataupun kisah-kisah yang berhubungan dengan agama, saya pikir tidak masalah diceritakan dari awal. Kesedihan, kematian, dan penderitaan adalah hal yang pasti ada di dunia ini. Dan kita tidak bisa menutup mata anak-anak itu, karena setiap harinya, di sekeliling kita sendiri pun, ada banyak hal-hal tak menyenangkan semacam itu. Justru yang sebenarnya harus ditingkatkan adalah peran orang tuanya, bagaimana mereka selalu ada di samping anak-anak mereka ketika mereka membaca, menonton, dsb. sehingga mereka bisa langsung bertanya dan tidak membutuhkan jawaban dari orang luar yang bisa jadi tidak sesuai dengan harapan kita. Itulah sebabnya, jadi orang tua, khususnya jadi ibu itu harus pintar. Mereka harus membaca juga buku-buku yang dibaca oleh anak-anaknya, bahkan kalau bisa, lebih banyak lagi dari itu. Lagipula, dongeng-dongeng ini jelas merupakan cerita yang lebih baik dibandingkan kisah-kisah perselingkuhan dan kawin-cerai artis nasional, ataupun kisah-kisah korupsi para politikus terhormat di negeri ini. Salah seorang guru saya pernah berkata, kalau dongeng-dongeng klasik memang banyak yang bercerita tentang kemalangan, karena hidup di masa itu tidaklah mudah. Misalnya saja kisah Hansel & Gretel, yang dibuang oleh orang tuanya di hutan. Mereka adalah semacam penghibur untuk anak-anak yang dibuang oleh orangtuanya, karena kesulitan ekonomi dan hal lainnya. Sayangnya, tidak semuanya mengalami nasib baik seperti Hansel dan Gretel, banyak yang tetap terpisah dengan orang tua mereka, dan mati mengenaskan.19 dongeng di dalam buku ini menyajikan kisah-kisah yang tak selalu bahagia, tapi tetap indah. Meskipun ada juga beberapa dongeng yang saya nggak suka, khususnya yang melibatkan putri cantik jelita dan pangeran tampan serta kaya. Apalagi kalau putrinya nggak pake usaha, terus ujug-ujug dapet pangeran tampan macam cerita Pangeran Katak dan Putri Tidur. Oh iya, kisah Putri Tidur disini bukan yang dihamilin sama raja terus baru bangun ketika anak-anaknya lahir, kisah disini lebih "manis", soalnya menurut yang saya baca disini, awalnya Putri Tidur memang bukan dikisahkan oleh Grimm Bersaudara. Begitupun dengan kisah Rapunzel, yang setahu saya sempat anu-anuan sama Pangeran sampai akhirnya dia hamil. Yah, maklum deh... Namanya juga sastra lisan, pasti ada begitu banyak versi yang beredar. Tapi memang justru bagus karena apa yang saya sampaikan di atas nggak diceritakan disini. Jadi, buku ini bisa dibaca oleh semua kalangan. Dan buat orang-orang haus kebenaran (#tsaah bilang aja kepo xp) seperti saya, tinggal menjelajahi dunia maya untuk mengunduh kisah-kisah asli Grimm Bersaudara, yang kini sudah menjadi hak publik ini.... P.S. Satu hal yang bikin saya sebel adalah buku ini nggak dilengkapi dengan DAFTAR ISI!! Kan saya jadi susah kalau mau baca ulang dongeng-dongeng tertentu saja... ヽ(o`皿′o)ノ ヽ(≧Д≦)ノ(┳Д┳)

  • Sydney Matejik
    2019-02-08 08:46

    Title (italicize): Hansel and GretelAuthor: The Brothers GrimmIllustrator (if separate from author): Lisbeth ZwergerGenre: European FolktaleTheme(s): Witchcraft, Trickery, FamilyOpening line/sentence (type directly from text): “Beside a great forest there once lived a poor woodcutter with his wife and two children, a boy named Hansel and a girl, Gretel”Brief Book Summary (2-3 sentences in your own words): This book follows the tragic lives of Hansel and Gretel as they are left in the forest by their parents to die. The children find their way back home once, but after the second time become stranded. They begin walking and find a candy house to feed themselves, but are tricked by a wicked witch who wants to eat them. The children end up burning the witch, freeing themselves, and fleeing home to their father who hoped to never lose them in the first place.Professional Recommendation/Review #1 (cut & paste): Publishers Weekly (Publishers Weekly) Working from a faithful translation of the original text, Zwerger has created rosy-cheeked, appealing children who look as if they have just descended the Alps. The witch, by contrast, is a shapeless, fiery-eyed ghoul with real scare potential, but the illustrations never take advantage of that; the pictures show passive moments and have an ephemeral quality because there is almost no background for the figures on the page. For example, on one page of text, the stepmother kindles a fire and leaves Hansel and Gretel alone, the birds come and eat the trail of bread crumbs, the children walk for 24 hours without much food, sleep and walk again. Opposite is a picture of the siblings, looking melancholy but not appearing to be in dire straits. The design of the book falters: some of the artwork is horizontal and bleeds, other paintings are vertical, with wide gutters and margins; the text is set in light type without paragraph indentations and so readability suffers. Zwerger's artistic gifts are not wholly in evidenceeven simple details like Hansel's hair color, which varies, are overlooked. For once, her version of a popular story is extraneous, and Hansel and Gretel, so often done and redone, seem lost. Ages 6-up. (June) (PUBLISHER: Picture Book Studio (Saxonville MA.:), PUBLISHED: c1988.) Professional Recommendation/Review #2 (cut & paste): Naomi Williamson (Children's Literature) In this translation by Elizabeth D. Crawford, Zwerger’s beautifully rendered and powerful illustrations provide the backdrop for the sadness of poverty upon which this tale is based. They also show the wistfulness of two children sent away from their home by their father during hard times, upon their stepmother s insistence that they need not all be forced to starve. Zwerger’s full-page ink-and-wash illustrations are amazing in portraying the drama that plagues the lives of the two children. The innocence of Hansel and Gretel mixes with the tragedy of their lives and the dangers of the unknown to make this a true Grimm s fairy tale. The witch is a large, colorless and shadowy figure whose claw-like fingers are very prominent as she goes slyly about her wicked deeds. The drama of the story s happy ever after ending will cause children everywhere to listen to this tale over and over. 2008, Penguin Young Readers Group, $15.95. Ages 6 to 10. (PUBLISHER: Minedition (New York:), PUBLISHED: [2008] c1979.) Response to Two Professional Reviews (3-4 sentences in your own words): The two reviewers have vastly different opinions on the illustrations solely. The first argues the pictures are not detailed enough and the structure of the images with the text is not appealing. The second argues the bleak colors and simple text only enhance the drama of the storyline and the horrible lives the children are facing. I stand in the middle. While I would have liked for the illustrations to pull me in further, it does match the unhappiness and tragedy The Brothers Grimm has written.Evaluation of Literary Elements (3-4 sentences in your own words): The text is very straightforward and does not leave much to be decided by the reader. The incorporation of dialogue provides insight to each character rather than leaving it to the reader. It is simplistic and not detailed heavily, and creates a depressing tone. The pictures while matching some of the text are the same and therefore do not enhance the bleak print any further.Consideration of Instructional Application (3-4 sentences in your own words):To me, Hansel and Gretel is a classic that I would incorporate into a unit on folktales in my classroom. I would use this for an older audience because the storyline is emotional and not appropriate for younger children. This could very well be a read aloud and a felt board could be created to liven up the already established text and illustrations.

  • Asriani
    2019-01-26 09:56

    Dahulu hiduplah seorang penebang kayu bersama istri dan kedua anaknya, Hansel dan Gretel. Hidup mereka serba kekurangan. Semua semakin parah ketika bencana kelaparan meland negeri mereka. Si penebang tak mampu lagi menyediakan apapun untuk keluarganya.Suatu malam, Ia mengungkapkan semua kegundahannya pada istrinya. Tak diduga, gagasan yang sangat jahat muncul dari benak sang istri. Ia berencana untuk meninggalkan Hansel dan Gretel di bagian hutan yang paling lebat. Sehingga mereka tidak akan menemukan jalan pulang.Awalnya rencana jahat itu ditolak mentah-mentah oleh si penebang. Karena ia sangat mencintai kedua anaknya. Namun ia tak kuasa untuk menolak keinginan keras istrinya. Untung saja, saat itu Hansel dan Gretel mendengar apa yang diungkapkan ibu tirinya. Segera saja mereka menyusun rencana sehingga bisa kembali pulang ke rumah dengan selamat. Semua itu berkat kerikil kerikil putih di depan rumah yang berkilauan seperti koin perak yang mereka kumpulkan. Sepanjang jalan menuju hutan, Hansel dan Gretel menjatuhkan kerikil-kerikil itu dari kantong jaket. Sehingga ketika malam tiba dan bulan bersinar terang, kerikil kerikil mengkilap menjadi penunjuk jalan menuju rumah.Sesampainya di rumah, tentu saja ibu tiri menjadi terkejut dan geram. Semua yang ia rencanakan gagal total. Sehingga suatu malam, ia menyampaikan rencana yang sama kepada suaminya. Lagi-lagi si penabang kayu tak kuasa menghalangi niat jahat dan sayangnya kali ini Hansel tak dapat keluar untuk mengumpulkan kerikil seperti yang pernah ia lakukan sebelumnya. Namun kedua kakak adik itu tak kehabisan akal. Roti yang diberikan sebagai bekal dicubitinya dan ditebar sepanjang perjalanan menuju hutan. Mereka berharap remah-remah roti ini akan berfungsi layaknya kerikil-kerikil mengkilap. Namun kali ini keberuntungan tak berpihak pada dua kakak beradik ini. Remah-remah roti yang mereka lempar ternyata telah habis dipatuk oleh ribuan burung. Kini mereka tak bisa menemukan jalan pulang. Bahkan ketika mereka menelusuri hutan selama tiga hari.Rasanya saya tidak perlu bercerita lebih panjang bagaimana kelanjutan kisah Hansel dan Gretel. Mereka yang telah membaca kisah seru ini tentu tahu bagaimana nasib kedua kakak beradik ini. Bagi mereka yang sama sekali belum mengetahui kisah ini, kalian sebaiknya membaca buku ini. Karena tak hanya satu, tapi buku ini menyajikan sembilan belas dongeng karya Grimm bersaudara. Sebut saja Rapunzel, Dua Belas Putri yang Menari, Serigala dan Tujuh Kambing Kecil, Pangeran Katak, Snow –white dan tentu saja tak ketinggalan Cinderella dan sepatu kaca. Semua dongeng tersebut adalah dongeng asli Grimm yang diambil dari Children’s and Household Tales.Dari keterangan yang terdapat di awal buku, karya-karya Grimm Bersaudara memang banyak mendapat kritik karena banyak di antara dongeng-dongeng tersebut yang dianggap tak pantas untuk menjadi bacaan anak-anak. Jadi jangan heran ataupun terkejut ketika mendapati kisah Cinderella menjadi sedikit berbeda dengan yang diceritakan di buku-buku lain ataupun yang dituang lewat film animasi. Tak hanya Cinderella yang dalam dongeng aslinya disebut sebagai Ashcenputtel, kisah Snow-white yang selama ini kita dengar dan lihat pun ternyata berbeda dengan dongeng aslinya. Semua cerita yang kita dapatkan sebelumnya memang telah dipermak sedemikian rupa sehingga layak untuk disajikan bagi semua kalangan. Seperti apa perbedaannya, hanya bisa kalian dapatkan dengan membaca buku ini.Sayangnya Red Riding Hood yang juga menjadi dongeng favorit saya tidak dimuat di buku ini. Saya penasaran. Apakah kisah asli si tudung merah juga Cinderella dan Snow-white.Cover dan IlustrasiKomposisi warnanya menarik. Saya suka. Sayangnya rumah jahe sang penyihir jahat tidak begitu menarik perhatian. Dinding, atap ataupun jendelanya tidak terlihat lezat seperti yang diceritakan di dalam buku. Saya juga menyukai ilustrasinya walau hanya terdapat di beberapa dongeng. Yang pastinya akan jauh lebih menarik kalau ilustrasi tersebut berwarna seperti yang terlihat pada sampul depan.

  • Ana
    2019-02-11 11:54

    Jacob dan Wilhelm Grimm atau yang biasa disebut Grimm bersaudara adalah pasangan peneliti budaya dari Jerman. Mereka berdua mulai mengumpulkan dongeng-dongeng rakyat sekitar tahun 1806. Pada tahun 1812, Grimm bersaudara menerbitkan Children's and Household Tales yang terdiri atas 86 dongeng, yang 19 diantaranya diterjemahkan ke dalam buku Hansel dan Gretel dan Dongeng-dongeng lain.Membaca dongeng di buku terbitan Atria ini rasanya seperti melakukan perjalanan waktu ke masa kecil. Snow White, Rapunzel, dan Cinderella kembali menemui saya di buku setebal 183 halaman ini. Namun, selain dongeng-dongeng yang sudah familiar, ada pula beberapa yang saya belum pernah membaca maupun mendengarnya.Pengalaman kembali membaca dongeng sepertinya membuat saya sadar bahwa selama ini daya imajinasi saya terlalu terbatas pada tembok-tembok akal sehat. Saya terus-menerus mengingatkan diri sendiri bahwa semua ini hanyalah dongeng belaka, manakala saya menemukan hal-hal yang sangat tak terjangkau akal sehat. Hambatan ini sangat saya rasakan di halaman-halaman awal, sampai-sampai saya memilih untuk meletakkan buku ini sejenak dan memilih membaca buku lain terlebih dahulu. untungnya, saya kembali membuka buku ini dan terbiasa dengannya sampai halaman terakhir.Kesembilan belas dongeng di buku ini antara lain:1. Musisi dari Bremen (The Bremen Town Musician)2. Teka-Teki (The Riddle)3. Tom Ibu Jari (Thumbthick)4. Briar Rose (Little Brier Rose)5. Dua belas puteri yang menari (The Shoes That Were Danced to Pieces)6. Pengantin Perampok (the Robber Bridegroom)7. Ratu Lebah (the Queen Bee)8. Raja-Janggut Mengerikan (King Thrushbeard)9. Peri Pembuat Sepatu10. Aschenputtel (Cinderella)11. Hansel dan Gretel (Hansel and Gretel)12. Serigala dan Tujuh Kambing Kecil (The Wolf and The Seven Young Kids)13. Pangeran Katak (The Frog King or Iron Heinrich )14. Frau Holle (Frau Holle)15. Rumpelstiltskin (Rumpelstiltskin)16. tiga pemintal (The Three Spinning Women)17. Gadis Angsa (The Goose-girl)18. Rapunzel (Rapunzel)19. Snow-White (Little Snow-White)Dari kesembilan belas dongeng tersebut, saya sangat menikmati cerita Frau Holle. Dongeng ini mengingatkan saya pada dongeng bawang merah dan bawang putih, dengan sedikit perbedaan. Secara keseluruhan, saya menikmati buku dongeng ini. Sayangnya ada beberapa hal di penerjemahannya yang saya rasa cukup mengganggu. Saya ambil contoh di dongeng Teka-Teki: Namun, ketika si perempuan tua mengambilnya, Pangeran sudah terlebih dahulu memacu kudanya. Sementara itu, pelayannya masih harus mengikat pelananya erat-erat dan dia masih berada di depan rumah penyihir keji itu ketika dia kembali membawa minuman untuk pangeran. ( page 12) Kata pengganti orang ketiga yaitu dia di sini memiliki kerancuan. Saya sendiri mengartikan Dia di sini sebagai sang pelayan, bukan penyihir keji. Saya rasa, keambiguan seperti ini seharusnya dapat dihindari atau dihilangkan. Masih ada beberapa kasus kerancuan penggunaan kata ganti orang ketiga juga di beberapa dongeng berikutnya.Saya juga memperhatikan ada satu konjugasi yang sekarang umumnya jarang sekali dipakai, yaitu pada dongeng Frau Holle. Hatta, Frau Holle memegang tangannya dan menuntunnya ke sebuah gerbang. Setelah saya mencari tahu lewat google, saya menemukan bahwa konjugasi di awal kata ini artinya adalah 'lalu', 'kemudian', yang berasak dari kata atha (sansekerta). Di dalam kalimat aslinya, awalan yang digunakan adalah With that she took her by the hand and led her to a large gate.Diluar ketidaktersediaannya Daftar Isi yang ternyata sangat penting, saya masih sangat menikmati buku ini. Salut untuk Atria karena telah menjadi perintis dalam menerbitkan kembali dongeng-dongeng rakyat. Saya sendiri berpikiran untuk menyimpannya untuk anak-anak saya kelak, meskipun beberapa dongeng versi grimm ini sebenarnya tidak cocok untuk anak-anak karena adanya hal-hal kejam.Overall, bintang 3,5!

  • Althesia
    2019-02-20 06:40

    Hadiah dari penerbit atria nih ;)-----setelah membaca-----Ternyata semua dongeng kesukaanku semasa kecil terangkum didalam buku ini. Jika harus membandingkannya dengan gadis korek api, maka saya lebih menyukai dongeng-dongeng yang telah dikumpulkan oleh Grimm Bersaudara ini. Ada beberapa kisah yang masih membekas sejak masa kanak-kanak ataupun remaja, namun juga meninggalkan bentuk yang beragam. Salah satu contoh adalah dongeng tentang rapunzel yang filmnya belum lama ini beredar kembali. Didalam dongeng yang tertulis di buku ini, disebutkan bahwa si penyihir yang memotong rambut rapunzel karena marah kepadanya, namun pada cerita rapunzel yang pernah difilm-kan, dijelaskan bahwa rapunzel sendirilah yang memotong rambutnya, sebaliknya si penyihir tidak ingin rambut itu dipotong, jika rambut rapunzel dipotong maka si penyihir akan kehilangan wajah cantiknya dan menjadi tua seketika. Banyak sekali metamorfosis yang terjadi didalam sebuah dongeng yang telah diceritakan turun temurun.Grim bersaudara (Jacob dan Wilhelm) yang adalah dua orang akademisi asal Jerman ini, telah berhasil merangkum berbagai kisah rakyat lewat berbagai penelitian. Menurut Wikipedia : Jacob melakukan lebih banyak riset dan penelitian sedangkan Wilhelm yang lebih lemah, menyusun kata-kata dan menyajikan cerita tersebut dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti oleh anak-anak. Dan jadilah sebuah karya kumpulan dongeng yang dengan diperantarai oleh penerbit atria (sekali lagi thanks to penerbit atria) bisa dinikmati oleh pembaca Indonesia dengan harga murah (saya kan dapat buntelan jadi gak beli). Berikut ini adalah 19 dongeng tersebut :1.Musisi dari Bremen2.Teka-teki3.Tom Ibu Jari4.Briar Rose5.Dua Belas Putri yang Menari6.Pengantin Perampok7.Ratu Lebah8.Raja Janggut mengerikan9.Peri Pembuat Sepatu10.Aschenputtel11.Hansel dan Gretel12.Serigala dan Tujuh Kambing Kecil13.Pangeran Katak14.Frau Holle15.Rumpelstiltskin16.Tiga Pemintal17.Gadis Angsa18.Rapunzel19.Snow WhiteMembandingkan dengan dongeng terbitan atria lainnya, maka Hansel dan Gretel cenderung lebih bersih dari typo. Namun, di halaman 126 pada dongeng tentang Frau Holle, saya menemukan sebuah kalimat yang tidak saya pahami :"Hatta, Frau Holle memegang tanganya dan menuntunnya ke sebuah gerbang"Saya tidak memahami maksud kata Hatta pada kalimat diatas. Rasanya sangat janggal karena kata itu tiba-tiba muncul tanpa penjelasan siapa atau apa yang dimaksud dengan "Hatta". Kemudian seperti pada gadis korek api, yang diterbitkan oleh atria, buku yang satu ini pun tidak mencantumkan daftar isi dibagian depan. Saya tidak begitu paham mengenai ketentuan baku didalam penulisan sebuah buku, namun untuk saya hal ini sangat mengganggu karena akan mempersulit ketika pembaca ingin kembali membaca ulang sebuah dongeng tertentu.Saya memberikan empat bintang untuk buku ini. Tiga bintang pertama karena saya sangat menyukai keberadaan buku ini beserta semua cerita didalamnya. Dan satu bintang saya berikan untuk penerbit atria yang sudah menyediakan kumpulan dongeng berharga ini dalam bahasa indonesia.