Read Bintang by Tere Liye Online

bintang

Kami bertiga teman baik. Remaja, murid kelas sebelas. Penampilan kami sama seperti murid SMA lainnya. Tapi kami menyimpan rahasia besar. Namaku Raib, aku bisa menghilang. Seli, teman semejaku, bisa mengeluarkan petir dari telapak tangannya. Dan Ali, si biang kerok sekaligus si genius, bisa berubah menjadi beruang raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke dunia paralel yKami bertiga teman baik. Remaja, murid kelas sebelas. Penampilan kami sama seperti murid SMA lainnya. Tapi kami menyimpan rahasia besar. Namaku Raib, aku bisa menghilang. Seli, teman semejaku, bisa mengeluarkan petir dari telapak tangannya. Dan Ali, si biang kerok sekaligus si genius, bisa berubah menjadi beruang raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke dunia paralel yang tidak diketahui banyak orang, yang disebut Klan Bumi, Klan Bulan, Klan Matahari, dan Klan Bintang. Kami bertemu tokoh-tokoh hebat. Penduduk klan lain. Ini petualangan keempat kami. Setelah tiga kali berhasil menyelamatkan dunia paralel dari kehancuran besar, kami harus menyaksikan bahwa kamilah yang melepaskan “musuh besar”-nya. Ini ternyata bukan akhir petualangan, ini justru awal dari semuanya… Buku keempat dari serial “BUMI”...

Title : Bintang
Author :
Rating :
ISBN : 9786020351179
Format Type : Paperback
Number of Pages : 392 Pages
Status : Available For Download
Last checked : 21 Minutes ago!

Bintang Reviews

  • Destanti Fatwakhyuni
    2018-11-10 13:14

    Serial buku bumi selalu menyenangkan. Keren!Saya kira serial Bumi adalah tetralogi, ternyata bukan haha. Hanya saja menurut saya ada beberapa situasi dan kata-kata yang terlalu sering diulang-ulang, buat saya rada bosan, kadang saya skip beberapa baris. Tapi kemudian Tere Liye bisa mengajak kembali saya ke suasana petualangan yang menegangkan.Mungkin karena ini buku ke-empat, konfliknya jadi tidak jauh berbeda dan agak terprediksi: bertemu monster(hewan besar/robot canggih) lalu bertemu saja orang hebat yang selalu memberikan bantuan, walaupun sulit tapi akhirnya akan lolos juga dari musuh. Tapi, ada sisi positifnya saya bisa melihat bahwa setiap perjalanan yang sulit membutuhkan tim yang saling mengisi, rela berkorban, saling menguatkan, dan percaya akan ada kemudahan. Mantap!Tidak tahu kenapa, melalui beberapa dialog saya jadi berprasangka ada suatu hal juga yang tersembunyi di Miss Selen, entah baik atau tidak, entah mengenai masa lalu apa rencana masa depan. Dan juga, mungkin cerita ini ada hubungannya dengan orang tua Ali, bisa saja malah orang tua Ali orang penting dibalik perjalanan ini. Saat di Padang Sampah ada kontainer dan orang tua Ali bisnis kontainer kok saya jadi nyambung-nyambungin yaa😂Seperti apapun itu, can't wait to read KOMET! .....apa setelah komet ada buku Bima Sakti? 😂

  • Stefanny Lukman
    2018-11-06 17:31

    HWAAAAA aku pikir ini seri terakhir dari BUMI Series. ternyata bukan!kali ini perjalanan Raib, Seli, Ali dan Ily 3.0 bukan hanya sekedar untuk berpetualang. tapi untuk menjalankan misi penting; mencari pasak bumi yang akan diruntuhkan oleh Dewan Kota. dan pasak bumi itu ada ribuan jumlahnya! woaw! haha tapi tentang, ada Ali yang bisa bikin ribuan titik pasak bumi yang harus dilihat menjadi enam titik saja.aku excited banget setiap baca buku Bumi Series ini, petualangannya bener-bener kerasa banget. aku sebagai pembaca bisa ngerasain gimana atmosfer petualangannya. aku ngefans banget sama Ali hahah dia bener-bener pencair disetiap ketegangan yang terjajdi. yang bikin ngakak tuh pas scene anekdot. HAHAHHAHA itu jokes sempat happening banget!DAN ENDING NYA..... KAN BENER FIRASAT AKU. MUSUH LAMA (yang katanya hanya dongeng) ITU NGGAK AKAN MUSNAH GITU AJA. ini sih berasa epilog rasa prolog.YA JADI SEKARANG AKU HARUS NUNGGU BUKU KE LIMA? OKE.

  • Ning
    2018-10-19 14:16

    Gif review....Nunggu preorder gak dateng-datengSaat buku ini dateng jugaRaib dengan kekuatan esnyaSeli dan kekuatan petirnyaAli dan pemukul baseballnya VS Robot ZSikap Ali, selalu menyebalkan. Apalagi saat dia bikin masalah dengan Pak Gun, guru biologi di sekolahnya. Terus saat dia mengejek kemampuan Raib berbicara dengan alam, dan saat Ali protes ketika diajak teleportasi Raib. For devil in hell! Ali lebih mentingin mukul Pasukan Bintang dengan pemukul kasti tumpul itu daripada misi maha penting yang dia embanSeli, cewek satu ini juga bikin gemas. Gemas jengkel maksudnya, suka banget nanya pertanyaan super nggak penting sama AliSaat saya menemukan narasi yang berulang-ulang, seperti ketika Miss Selena berkali-kali menyuruh Ali mengirim camera bola ping pong. Lalu saat Raib, Seli, dan Ali bergantian jaga. I mean, perlu banget ya semua diulang-ulang gitu. Kesannya kayak kehabisan kata-kata. Petualangan seru, keren, tapi pas ulangan kata tadi muncul berasa pengen berenti baca.Sebenarnya saya udah nggak pengen nerusin baca buku ini. Ya, karena ulangan kata yang tiada henti tadi di novel sebelumnya, Matahari. Tapi karena terlanjur mengikuti kisah ini, jadi mutusin ikut pre order Bintang, siapa tau buku ini bakal sekeren Bumi dan Bulan. Apalagi buku ini kabarnya bakal jadi seri terakhir. Apa yang sudah dimuali harus diselesaikan. Dan ketika tau buku ini bukan buku terakhir.Tapi selain pengulangan kata yang menyebalkan tadi. Saya suka petualangannya.Dan banyak banget pesan-pesan positif dalam buku iniSi biang kerok Ali, sukses bikin saya ketawa dengan banyolannya yang absurd! HahaSementara itu dulu, nanti lanjut lagi :)

  • Nining Sriningsih
    2018-10-24 12:13

    "prinsip penting bagi seorang pengintai: jika kita mengkhawatirkan setiap langkah yg dibuat, kita akhirnya tdk akan pernah berani melangkah." hal 191huwaaaa, super duper iri sama fasilitas yg ada di klan Bintang.. >,<petualangan'y bikin jantung dag dig dug, seruuuu bgtzzz.. :Dga sabar bwt menantikan KOMET.. :*

  • Nisa Rahmah
    2018-10-17 20:42

    Aaaakkkk! Gilaaakkk! Kereennn! Kapan Komet terbit? >_<Suka. Suka sekali! Petualangan mereka semakin seru. Banyak hal tak terduga dan tidak terpikirkan sebelumnya muncul di sini... tak sabar menunggu Komet datang! >_< Dan saya mau bangetttt punya buku fisiknya, karena warna covernya ungu! Kusuka! Kusuka!

  • aqvanni
    2018-10-19 20:29

    Komet. Kpn kamu terbit??? 😅😅

  • Adininggar 'orienka'
    2018-10-16 20:32

    Petualangan berikutnya Raib, Seli, dan Ali. Selalu mengesankan, bang Tere selalu memberikan pengetahuan baru di setiap novelnya. Dan juga jalan ceritanya semakin menarik. Penuh kejutan apalagi di ending ceritanya. Super seru.

  • Iffa_sunman
    2018-11-15 20:24

    Bintang merupakan buku keempat dari seri Bumi. Menceritakan kisah petualangan Raib, Seli, dan Ali untuk menyelamatkan dunia paralel dari kehancuran akibat ego penguasa Klan Bintang.Sekretaris Dewan Kota yang merupakan penguasa Klan Bintang merencanakan untuk meledakkan superplume agar seluruh pemegang kekuatan hilang dari dunia paralel dan hanya menyisakan rakyat biasa dalam kota Zaramaraz.Dipimpin oleh Miss Selena, yang merupakan Pengintai dari Klan Bulan, serta ditemani oleh Pasukan Bayangan dan Pasukan Matahari terbaik, mereka memulai misi tersebut.Ali melakukan deduksi yang sangat baik. Dari ribuan kemungkinan, dia berhasil mengkerucutkannya menjadi enam kemungkinan. Meskipun demikian, perjalanan mereka tidak pernah mudah. Klan Bintang yang merupakan klan termaju telah mengembangkan teknologi pengawasan sekaligus alat tempurnya.Ditengah kewajibannya menyelesaikan misi, para sahabat tersebut tidak lupa mengunjungi teman lama yang telah membantu mereka dalam petualangan sebelumnya, meski harus mengetahui bahwa tempat tersebut telah lama ditinggalkan, berbaur dengan para penduduk untuk mendapatkan informasi terbaru tentang kota, dan serta bekerjasama dengan para penduduk. Tidak pernah bisa hanya dengan berpangku tangan, maka rencana akan berjalan baik. Tidak pula hanya dengan mengandalkan kekuatan segelintir kelompok tanpa mau bekerjasama dan berbaur, informasi penting bisa didapatkan. Meski akhirnya harus menerima bahwa perjalanan yang telah ditempuh, pengorbanan yang telah dilakukan, tidak membawa mereka pada superplume yang dicari.Ketiga sahabat pun mulai menyalahkan diri masing-masing. Hingga menyadari bahwa ada ketakukan yang belum dihadapi, ada kemampuan yang disepelekan. Mereka menempuh semuanya. Tapi apa daya, meski berhasil menyelamatkan dunia paralel dari kehancuran besar, mereka membuka masalah baru yang lebih besar.

  • Shania
    2018-10-18 18:32

    selalu suka dan nunggu-nunggu series bumi ini. dikira bakal selesai di buku ke empat, tapi harus nunggu setahun lg biar tau gimana kelanjutan petualangan Ali, Raib, dan Seli di Klan Bintang.

  • Widya Yunia
    2018-11-14 13:39

    Selalu suka karya-karyanya Tere Liye. Awalnya saya kira buku ini buku terakhir (tetralogi) ternyata tidak. Buku jni masih bersambung ke buku kelima, Komet. Didalam bukunya juga ada tulisan kalau buku petualangan Ali, Raib, dan Seli ini tidak cukup diceritakan dalam 4 buku saja, tapi bisa jadi ada yang kelima, keenam dan seterusnya. Sejauh ini, buku-buku Tere Liye belum ada yang mengecewakan saya. Buku bintang ini juga seru. Ada beberapa typo, tapi itu tidak mengganggu menurut saya. Duh, saya tidak sabar menunggu buku kelimanya. Semoga nggak lama lama deh.

  • Buku25
    2018-10-16 20:13

    gk nyangka mas darwis bisa nulis buku fantasi jg hehe, ditunggu seri selanjutnya mas :Plumayan dapet buku ini diskon 25% disini http://buku25.com/bintang-tere-liye/

  • Wiena Murdianasari
    2018-10-21 16:37

    selalu sukak sama cara tere liye bikin kejutan di akhir cerita dan cara dia menyelesaikan novelnya yang bikin penasaran. ending selalu klimaks tapi untuk di buku yang ini agak terlalu kelamaan sih buat intro sampai di klimaksnya. 5 bintang untuk endingnya ⛤⛤⛤⛤⛤

  • Elsya Dwi
    2018-11-04 12:31

    kyaaaaaaa akhirnya setelah nunggu beberapa bulan buku ini selesai kurang dari 24 jam. Dari awal udah excited sama buku ini, penasaran gimana kelanjutan petualang Raib, Seli dan Ali. Waktu buku ini keluar aku langsung gak sabar buat beli buku ini. Dan aku pikir ini seri terakhir dari kisah perjalanan Raib dkk.Buku ini sangat bagus dengan bahasa yang tidak susah dipahami pembacanya. Saat membaca awalnya saja aku sudah bisa dibuat tertawa oleh tingkah Ali. Aku sempat berpikir Miss Selena akan berkhianat pada Raib dkk, ternyata pikiranku salah. Buku ini menceritakan pengalaman yang paling membahayakan dibanding pengalaman mereka saat datang ke Klan Bulan dan Klan Matahari. Dan aku sangat bersemangat menunggy seri Komet.

  • Serena Aurora Vardan
    2018-10-16 20:36

    Petualangan Raib, Seli, Ali di mulai lagi:)) udah lama nunggu buku ini. Akhirnya mereka bisa nemuin pasak yang mau diruntuhkan. Tapi... Si Tanpa Mahkota bebas:( Sekarang waktunya menunggu Komet:)

  • Faiz Billah
    2018-10-28 13:20

    maca

  • Anninda
    2018-11-05 20:25

    Ternyata bukan seri terakhir. masih ada lanjutan cerita nya. jadi semakin penasaran kelanjutan ceritanya. berharap Komet cepat terbit!!

  • Po_PiPo
    2018-11-11 19:29

    i'm like it

  • Annakarenina
    2018-10-28 14:37

    Lihatlah, aduh lihatItu si Tanpa Mahkota berdiri gagahDia adalah pemilik kekuatan paling hebatMenjelajah dunia tanpa tepianUntuk tiba titik paling jauhBumi, Bulan, Matahari, dan BintangAda dalam genggamanDi akhir buku ni, Yang Tanpa Mahkota terlepas jua kerana Raib, Seli, dan Ali menggunakan kuasa mereka utk mengamankan lahar bumi yang akan menghancurkan seluruh klan jika meletus. Pertualangan hebat mereka bertiga akan disambung dalam series #Bumi yg kelima iaitu Komet. Tak sabar nak tunggu ianya diterbitkan sebab dikatakan dalam buku Bintang ni bahwa Klan Komet terdiri daripada klan penyihir; kaum asal pemilik kekuatan. Mungkin pengembaraan mereka lagi hebat dari sebelum-sebelum ni.

  • nur'ainitri wahyuni
    2018-10-30 20:43

    woaaah. makin seru!meskipun petualagannya kembali lagi ke Klan Bintang, tapi rute perjalanan yg berbeda dan kejutankejutan di setiap ruangan yg mereka temui benarbenar menyenangkan untuk diikuti.agak sedih karena porsi Seli di sini sedikit, karena sebenarnyakan ini petualangan mereka bertiga, bukan cuma Raib sbg tokoh utama.ada rahasia tentang Miss Selena juga, mungkin berhubungan dengan si Tanpa Mahkota yg akhirnya akan menunjukan kekuatannya.saatnya baca spin-off serialnya di facebook bang Tere. semoga ga ada spoiler untuk buku berikutnya.p.s. Raib punya kekuatan baru #yey

  • Marina
    2018-11-07 20:31

    ** Books 204 - 2017 **Buku ini untuk menyelesaikan Tsundoku Books Challenge 20174 dari 5 bintang! Setelah sebelumnya petualangan Seli, Rain, dan Ali yang berhasil bebas dari Penjara di Kota Zaramaraz di buku keempat ini mereka berusaha bekerjasama dengan Klan Bulan dan Klan Matahari untuk menggagalkan rencana jahat dewan kota Klan Bintang uang ingin menghancurkan tempat tinggal tiga klan tersebut dan hanya menyisakan kota Zaramaraz. Disinilah kekompakan tiga sahabat karib itu diuji dan mereka berpetualang dengan menggunakan alat transportasi canggih bernama ILY 3.0. Akankah mereka berhasil melewati petualangan-petualangan bahaya yang sudah didepan mata?Hahhaa saya sukaa dengan pertualangan di buku ini yang salah satunya melewati hutan konifer yang bisa berubah cuacanya dengan ekstrim dan yang lainnya *baca sendiri sisanya takutnya nanti saya malah spoiler LOL. Selain itu sayya juga suka sama ide penyusupan melalui ** gak kepikiran tempat tersebut bisa juga dijadikan media komunikasi :O . Saya juga dibuat penasaran jadi ingin ikut menaiki ILY 3,0 buatan Ali hahhaa.. lalu endingnyaa akkk berhasil membuat saya kesal! Habis mau gimana lagi hanya itulah pilihan yang bisa diambil Raib, Seli dan Ali untuk bisa menyelamatkan dunia tiga klan.. saya tidak sabar menanti buku kelimanya yaitu KOMET! :D

  • Haniva Az Zahra
    2018-11-03 17:14

    Sejujurnya, saya cukup menunggu buku ini terbit. Akhirnya, Juni 2017 buku ini terbit juga. Ketika saya tahu via Gramedia.com bahwa buku ini tersedia tanggal 12 Juni, saya memutuskan untuk tidak memesan via online bookstore (khawatirnya baru akan sampai beberapa hari setelah 12 Juni, padahal saya ingin segera membacanya). Nah, tanda bahwa buku ini ingin segera saya baca adalah tanda yang bagus hehe. Ketika tanggal 12 Juni, kebetulan saya libur dan sebenarnya bisa saja berangkat ke toko buku. Hanya saja, akhirnya hingga Magrib tiba saya tidak berangkat juga. Sebenarnya saya tidak berangkat karena tidak dapat memastikan juga apakah buku ini sudah tersedia di toko buku? Setelah Magrib saya menelepon Gramedia terdekat dan bertanya ketersediaan buku ini. Jawabannya ada dan saya langsung minta tolong abak ojeg online untuk membelikan. Yeay, saya bisa mulai membacanya sejak tanggal 12 Juni. Diselingi aktivitas untuk menyelesaikan pekerjaan, akhirnya buku ini selesai juga. Saya senang membaca buku ini karena cerita di buku ini berbeda dengan yang biasanya saya baca. Walaupun banyak yang bilang di buku-buku sebelumnya Tere Liye, bahwa ia sering sekali sangat terinspirasi dari berbagai hal yang sudah lebih dulu terkenal, sehingga dengan mudah kita berasumsi.. wah ini kok mirip sama ini ya ceritanya.. dll. Saya pada dasarnya tidak terlalu ambil pusing, karena ya sudahlah, ide memang tidak murni. Walaupun saya memahami beberapa orang lain mungkin kesal dan menjadi tidak tertarik untuk membacanya. Saya selalu berpikir untuk menamatkan serial ini karena saya sudah 'kadung' mengikutinya sejak Bumi, buku pertama. Secara umum, saya masih menikmati cerita tentang Raib, Seli, dan Ali. Bisa jadi karena saya membaca tanpa ekspektasi, saya tidak merasakan kecewa akan apapun. Saya hanya berharap novel kelimanya, Komet, tidak butuh waktu yang terlalu lama untuk terbit.

  • cindy
    2018-10-16 19:20

    Jika di Bumi dan Bulan, karakter Ali sering merasa tertinggal oleh kedua teman baiknya, maka di buku Bintang ini Ali, dan kapsul terbangnya ILY v.3, jd tokoh zuper duper jenius segala tahu... dan yah jd cukup membosankan. Setelah melewati sebuah cerita garink yang diulang 6x, 100an halaman terakhir buku ini baru dapat keseruannya. Tokoh2 dari buku Matahari bermunculan kembali, perkembangan cerita tiba2 menjadi cepat, karakter Raib lebih berperan, dan trik2 tipuan yg menyenangkan dari Ali muncul kembali. Lalu klimaks dan endingnya.... nah ini baru keren. Dua alternatif menarik yang harus dipilih oleh Ali, Seli dan Raib. Keduanya sama buruknya (kupikir Sekertaris Kota Zaramaraz ini sangat cerdas nan licik untuk memaksa mereka memilih, ngoahahaha... ampuuun dah!) :)Nah, dengan ending yg jeder seperti ini, rela aku sabar menanti buku kelimanya,Komet. Moga2 gak terlalu lama, gak sabar menunggu akhir ceritanya.Nb. Itu sinopsis di back cover buku, spoiler sekaleeeee!! Untung aku bacanya jg setelah selesai baca bukunya, kl gak, bisa sebel sepanjang-panjang..... (-_-)#Scoop

  • Nisa Kamila
    2018-11-06 12:16

    Luar biasa!! alurnya lebih seru daripada matahari karena petualangannya dimulai lebih awal. Baik plot cerita maupun pembentukan karakternya bagus. Tapi entah kenapa gw bayangin faar kayak saruman di LOTR. 😂Penjelasan tentang tiap2 ruangan di klan bintang jelas banget, jadi bisa bayangin kayak apa bentuknya. Twist endingnya bener2 tak terkira. What a cliffhanger!! Semoga bang darwis masih mau nglanjutin ceritanya walopun udah putus kontrak sm GPU..plis bang, gw ngga bisa diginiin 😣🤣

  • Ifan Nur Hamim
    2018-11-06 14:26

    Di awal buku, memang terlalu berbelit (banyak yang mengulang) jadi boros halaman. tapi setelah mulai masuk pada cerita "mencari pasak", ketegangan mulai muncul seperti halnya di novel sebelumnya. setelah pencarian pasak ke empat selesai, saya sadar kalau sepertinya di ke 6 pasak tsb memang bukanlah pasak yang dimaksud, dan benar pasak yang dicari bukan itu. Agak ketebak sih. ketegangan di buku yg ke 4 ini juga agak menurun, walaupun tetap asik dibaca karena trus dibuat penasaran. tapi secara keseluruhan mantap jiwa. nggak sabar nunggu edisi "Komet", semoga di buku yang ke 5 benar2 jadi ending.

  • Ratna Sari
    2018-11-03 20:39

    "Kekuasaan yg terlalu lama cenderung membuat seseorang rusak. Itu bisa membuatmu mengkhianati teman-teman terbaik. Membuatmu melakukan hal-hal yang buruk, jauh dari kehormatan seorang petarung." (hlm. 103)🌟Setelah kembali dr petualangannya di klan Bintang, Raib, Seli dan Ali bertemu dgn pemimpin dr klan Bulan dan klan Matahari dgn membawa pesan penting: bahwa Sekretaris Dewan Kota berencana untuk meruntuhkan salah satu pasak bumi, yg akan meruntuhkan semua klan kecuali kota Zaramaraz. Dgn bantuan dr tabung ensiklopedia klan Bintang yg dicurinya, Ali berhasil meminimalkan ribuan titik menjadi 6 titik kemungkinan pasak bumi yg dimaksud. Bersama Miss Selena dan 5 pasukan bayangan & 5 pasukan matahari, mereka bertiga kembali ke Klan Bintang dgn misi berbahaya menemukan pasak bumi trsbt. Berhasilkah mereka? Bahaya apa saja yg sdh menunggu mereka di klan Bintang?🌟Bintang adl buku yg paling ditunggu-tunggu dr seri bumi-nya Tere Liye, karna direncanakan sbg buku penutup. Tapi ternyata, masih ada kelanjutannya, ke "Komet"! Bumm! 😱 Serius? Yes! Surprise? Banget! Gak nyangka, syok bgt. Positifnya adl petualangan Raib, Seli & Ali msh blm berakhir 😂😂 haha.. Oke kembali ke cerita, berhub mereka kembali ke klan Bintang, maka dlm kisahnya kali ini bnyk bermunculan teknologi canggih lainnya yg lbh WOW. Dr semua ruangan yg di dtgi oleh mereka, yg paling aku suka adl ruangan Hutan Taiga karna siklus 4 musimnya superekstrem (60 detik musim semi, panas, gugur; 59menit musim dingin+badai salju) Serem!🌟Di buku ini Ali dpt Sarung Tangan Bumi loh. Kok bisa? No spoiler ya 😋 Oh ya, mereka jg bertemu dgn si Tanpa Mahkota. Penasaran?

  • Hecate II
    2018-11-03 16:32

    Baca bab pertama, aku sendiri bertanya-tanya, "Untuk akhir sebua saga, kok bab pertamanya kayaknya sante banget?"Lanjut ke bab-bab berikutnya, tensinya belum setinggi ekspektasiku juga. Hal itu berlanjut sampai di pertengahan buku, sampai aku baca saat si tua Zaad menjelaskan soal Para Penyihir, asal mula pemilik kekuatan, dan bagaimana Klan Bintang bisa sampai seperti itu di perut Bumi--pikirku, waduh. Kayaknya ada lanjutannya, nih. Ternyata benar! Eh, sampai di bab terakhir, justru ada tulisan 'BERSAMBUNG KE BUKU KELIMA, KOMET'.Mungkin kalo Bang Tere berniat bikin sekstalogi atau heptalogi, judul keenam dan ketujuhnya bakal ASTEROID atau GALAKSI, kali ya. Sekalian aja PULSAR, KUASAR, atau LUBANG HITAM. Hahahaha.Tapi komet sama bintang jauhan bintang 'kan? Harusnya buku keempat ini yang judulnya KOMET, gimana sih Bang, nggak konsisten banget *abaikan*Hmmm ... buku ini ... errr ... what should I put this? Seems ridiculous, but little bit awesome in many parts.Ada beberapa hal yang kukecewakan dalam buku ini, meskipun aku lebih bisa memaklumi karena buku ini ternyata bukan buku terakhir dari serial BUMI. Pertama, alur ceritanya selalu dimulai dari kegiatan Raib dkk di sekolah. Kenapa tidak sekali-kali dimulai langsung dari Klan lain, langsung dimulai tentang pembicaraan serius atau semacamnya kek. semoga saja buku kelima tidak seperti ini. Kedua, buku ini mengandung banyak pengulangan dari ketiga buku sebelumnya, mulai dari nilai-nilai Ali yang selalu jelek meski kenyataanya dia genius, bagaimana Si Putih bisa ada di rumah Raib, dan sebagainya dan sebagainya. Ketiga, aku kecewa karena character development sepertinya tidak begitu berlaku di sini. Raib, Seli, dan Ali praktis tidak banyak berkembang secara mental dan psikis. Raib masih sering mengambil risiko nekat, Seli sering pencemas dan terasa useless di beberapa bagian, dan Ali masih begitu-begitu saja, kecuali dalam satu poin yang kusinggung di poin keempat.Poin keempat: Ali terlalu genius, terlalu banyak mengambil bagian yang menurutku seharusnya merupakan bagian karakter utama. Di sisi lain, Raib lebih sering bertindak sebagai penonton, meskipun entahlah, mungkin saja Tere Liye memang dari awal ingin menceritakan kisah Ali lewat sudut pandang Raib, aku tidak tahu. Raib dan Seli praktis tampak tidak begitu berguna, apalagi saat Ali menerima Sarung Tangan Bumi. Sudah genius, kuat pula, bahkan lebih kuat dibanding Raib dan Seli, dan itu dilakukan dalam sekejap mata? Benar-benar over. Seharusnya dia yang jadi karakter utama di sini.Poin kelima, kemunculan Tanpa Mahkota, Tamus, dan Fala-tara-tana IV menurutku kurang dramatis. Terutama si Tanpa Mahkota, villain favorit nomor duaku setelah Tamus, yang kurang dideskripsikan dan mendapat "respek" layaknya villain utama lainnya. Kuharap KOMET bisa memuaskanku saat terbit tahun depan.Mungkin masih ada lagi, tapi segini dulu cukup lah. At last, BINTANG (dan semua buku dari serial BUMI) cocok dibaca segala umur untuk hiburan, tapi kurang cocok bagi pembaca yang mencari kisah fantasi yang sesungguhnya. Bagiku serial BUMI malah lebih condong pada Sci-Fi dan semi-distopia ketimbang fantasi. Sekian

  • Elisabeth Oktavia
    2018-10-17 20:14

    Saya pikir, ini novel terakhir dari serial BUMI dan ternyata saya keliru 😅.Cukup membosankan sebenarnya bagi saya saat membaca bagian demi bagian saat mereka bertualang ke 6 titik pasak bumi. mungkin karena saya sudah dapat menebak seperti apa ending dari tiap titik yang mereka tuju tadi.Namun saya cukup terkejut ketika mengetahui pasak bumi yg dimaksud ternyata yg ada dibawah ruang Penjara serta terhubung langsung dengan Penjara Bayangan dibawah Bayangan tempat si Tanpa Mahkota berada. Keputusan akhir yg harus diambil juga begitu penuh resiko bagi kelangsungan dunia paralel.Sepertinya saya akan kembali menantikan komet. Penasaran seperti apa tindak balas dendam sang Tanpa Mahkota bersama Tamus dan Fala-tara-tana IV.Semoga komet menjadi penutup petualangan Raib, Seli dan Ali

  • Anggatrs
    2018-11-01 16:24

    Awalnya mau ngasih lima bintang. Tapi gak jadi. Nanti malah kesannya subjektif. Maka dari itu saya harus membahasnya secara jujur. Buku ini menceritakan petualangan Raib, yang bisa menghilang; Seli, yang bisa mengeluarkan petir; Ali, si jenius yang bisa berubah menjadi beruang; di klan Bintang. Ini petualangan kedua mereka di klan itu, dengan tujuan menggagalkan rencana dewan kota zaramaraz yang mau menghancurkan pasak bumi. kelebihan, yang akan saya bahas lebih dulu. Sebagai remaja, saya menikmati cerita ini. Seru! Petualangan mereka terasa. Detil tempat, plot, dan permasalahan yang diangkat juga menarik. Tokoh favorit saya disini adalah Ali. Kalau gak ada dia mungkin gak bakal seseru ini ceritanya. Endingnya juga cukup buat penasaran(gak mau spoiler). Dan sepertinya di serie selanjutnya, yaitu komet, bakal ada rahasia yang terbuka deh. Penasaran pokoknya. Buku ini secara umum tidak mengecewakan. kekurangan. Nah, ini dia. Ada beberapa hal yang membuat saya sedikit gimana gitu pas baca. Entah mungkin salah saya, tapi petualangan mereka yang paling seru itu di novel Bulan, kalau menurut saya. Itu benar-benar buat terhanyut. kalau yang ini agak kurang. Alasannya:1. Banyak tokoh yang sama. Pengennya ada tokoh baru yang menarik perhatian gitu. Tapi ini gak terlalu. Awalnya ada sedikit harapan bahwa Zad akan membawa pengaruh besar—secara langsung. Taunya malah mati duluan. 2. Diawal, salah satu pasukan sudah hilang dan gugur. Awalnya ngira pasukan bakal selamat. Ditemukan di Padang Sampah misalnya, atau muncul di saat-saat genting. Tere Liye, kan biasanya gitu, pas lagi berada di Puncak ketegangan, sosok penyelamat muncul. Tapi ternyata enggak. Saya salah. Ada, sih, sisi baiknya: tebakan saya salah. 3. Di bab awal sekali, dibahas tentang Pak Gun yang memateri pelajaran tentang sel dan jaringan. Beralih membahas tentang ikan yang bisa hidup sekian lama di perairan kering. Bahkan ikan paru-paru itu kabarnya bisa bersatu dengan tanah kering, menjadi batuan buat konstruksi membangun rumah, kemudian saat hujan turun, tembok rumah dari batuan itu akan luruh bersama ikan tersebut dalam keadaan hidup. Padahal sudah membatu selama bertahun-tahun. Saya pikir bagian ini akan menyangkut pada petualangan di bab selanjutnya. misalnya saat mereka pergi mencari pasak bumi di Ruangan Padang Pasir. Di sana kan mereka tidak menemukan mulut lorong buat pergi ke ruangan tidak berpenghuni , padahal seharusnya ada. Yang ada hanya dinding keras dan kering. Nah, di sini saya pikir, mungkin kalau hujan turun, dinding keras dan kering itu luruh kena air, lubang pintu lorong kelihatan. Terus ikan mirip lele raksasa yang membatu di sana akan muncul, menambah atmosfer petualangan mereka menjadi lebih seru. Ternyata tidak, semuanya dieksekusi dengan mudah. 4. Tidak ada hal baru yang menarik perhatian saya. Maksudnya, yang sehebat di novel sebelumnya. Mungkin karena lokasi yang dipakai sudah digunakan juga di novel sebelumnya. Jadi merasa kurang wah. Bingung juga. Masih banyak yang mau ditulis, tapi capek. Oh iya, ada beberapa typo juga. Di halaman 233. Tertulis ruas. Padahal saya yakin itu luas. gak masalah sih. ada juga yang tertulis 'sia-sisa', awalnya bingung maksudnya sia-sia atau sisa-sisa. Setelah dibaca ulang akhirnya ngerti. Udah ah. walaupun banyak kekurangan yg ditulis. tapi ketahuilah, kelebihannya lebih banyak. tapi bingung mau nulis apa aja saking bagusnya. spoiler dikit lah. Si tanpa Mahkota, tamus, sama yang namanya agak repot itu(dari klan matahari), akan muncul dan be....

  • Pramestya Ambangsari
    2018-10-16 20:37

    3,8⭐Waow! Belum apa-apa udah dikasih tau info bagus. Ikan paru-paru. Perasaan saya pernah melihat ikan seperti ini. Ikan yang akan 'baik-baik' saja sekalipun air mengering. Cara Pak Gun mengajar ini asik, santai, berbaur sekali dengan murid dan materinya berhasil bikin tertarik sehingga murid jadi aktif.Kali ini mengenai geografi dan alam.Ada hal baru yang penulis sisipkan di sini. Malai dari kejutan sebuah Ruangan di Klan Bintang yang dapat berganti 4 musim dalam satu jam, hingga memasukkan "kehidupannya" sendiri sebagai penulis serial Bumi. Yap, Tere Liye menyisipkan novelnya sendiri dalam buku ini. Tentang Ali yang berantakan, novel bumiKukira Baar sengaja pindah tempat untuk sarapan karena tau Ali dkk akan mendarat dan mengacaukan sarapan mereka lagi. Ternyata...Masalah alat penerjemah yang dulu kubahas di resensi Matahari akhirnya diyakinkan kembali bahwa ternyata alat itu memang diberikan pada Seli, Raib, Ali.Receh dan garing banget sih itu anekdotnya tapi dari situ kita tau kalau Lembah Kematian juga tidak menyukai Sekretaris Dewan Kota. Dengan begitu mereka bisa mengajak mereka bergabung. Yang lebih bagus tuh soal lorong kuno yang berpindah. Kalau misalkan itu memang titik di mana superplume ada, maka sangat masuk akal lorong itu ada di 'sana'.Nggak bisa ditebak di mana pasak superplume itu ada. Soalnya Ali juga nggak menjelaskan dengan rinci daerah-daerah yang memungkinkan. Yakali, titik itu kan ada banyak.Harusnya sih re-read dari Bumi. Bulan juga belum kubaca 😳Kalo re-read bisa ngabisin waktu sebulan sendiri. Atau nggak usah baca sekarang? Atau baca aja? Let it flow?  HhhhBanyak yang udah lupa 😭😭 Klan Bulan dan Matahari ada di mana sih? Kok gini aja lupa -_- posisi mereka ada di mananya bumi?Nggak terlalu masalah. Fokus aja di Klan Bintang! Semuanya akan baik-baik saja. Cuma dikit yang menyinggung cerita sebelumnya.Selesai baca Bintang setelah sekian hari 😳Kesimpulannya, saya lebih suka Matahari daripada Bintang. Ibaratnya ini kayak 'Matahari part 2'Selesai membaca Bintang! Masih harus menunggu satu tahun untuk membaca kelanjutannya. Tebakanku, di novel Komet yang digadang-gadang sebagai dunia di mana para penyihir pendiri dunia paralel lahir.Tapi aku ttp menunggu Komet. Bakal keren kalau di sana mereka ketemu para pendiri dunia paralel. Eh, pendiri kan? Pokoknya 'mereka di sana'"Tempat paling berbahaya adalah tempat teraman."―hlm. 99Oh iya, novel ini sedikit lebih membosankan karena Tere Liye menggunakan kosakata yang sama terus untuk suatu adegan yang frekuensinya tinggi."Kirim kamera terbangmu lebih jauh, Ali!"

  • Dita Puspita
    2018-10-16 12:23

    Hidup ini petualangan, hingga kita mengembuskan napas terakhir. Setiap detiknya berharga, apalagi setiap harinya. Setiap tempat yang kita datangi, setiap orang yang kita temui, kita tidak pernah tahu siapa dan apa yang terjadi berikutnya. Tapi kita bisa melewatinya dengan selalu tulus, berusaha menjadi orang baik. Lewati petualangan itu bersama sahabat, saling percaya, saling membantu. Saat itu terjadi, dunia paralel menjadi terlalu sempit. Masih banyak tempat lain yang bisa dikunjungi. .Dunia paralel berada dalam bahaya. Semua dunia tersebut terancam musnah oleh letusan yang sangat besar, mengulang kejadian ribuan tahun lalu. Semua peradaban, kemajuan teknologi, akan hancur kembali, akibat pasak bumi yany sengaja disumbat, dan tidak bisa mengeluarkan energinya selama ratusan tahun. Sekali pasak itu hancur, seluruh peradaban klan atas akan musnah, juga jutaan ribu warga Klan Bintang yang tak tahu apa-apa. Hanya satu kota di Klan Bintang yang paling berkuasa yang tidak hancur, karena merekalah yang menyusun semua rencana jahat itu. .Ra, Seli, dan Ali beserta Miss Selena dan beberapa prajurit terbaik Klan Bulan dan Klan Matahari menjalankan misi itu, menemukan pasak bumi yang diinterversi Klan Bintang. Menegangkan sekali petualangan mereka kali ini. Mereka berkelana melintasi lorong-lorong kuno yang sangat misterius, melarikan diri dari kejaran Pasukan Bintang yang semakin canggih dan sulit dikalahkan, bertarung melawan makhluk-makhluk dari lorong misterius perut bumi yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, dan sekali lagi, ada pengorbanan yang harus dilakukan..Ini petualangan keempat kami. Setelah tiga kali berhasil menyelamatkan dunia paralel dari kehancuran besar, kami harus menyaksikan bahwa kamilah yang melepaskan "musuh besar"-nya.Ini ternyata bukan akhir petualangan, ini justru awal dari semuanya...